Prolog
Prolog
Dengan Bismillah...
Tulisan ini dimulai...
Tidak ingin adik-adik merasakan kecewa.
Tidak ingin adik-adik mengecewakan orang-orang yang mencintaimu.
KATANYA CINTA, TETAPI MENGECEWAKAN
Dik,,,
Katamu mencintai, tetapi kenapa mengecewakan?
Dik,,,
Sudah sampai mana usahamu dalam membuktikan cinta?
Kalian sudah pasti tahu bahwa di dalam Islam, cinta terbagi kepada tiga bagian.
Pertama, cinta kepada Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Kedua, cinta kepada manusia dan makhluk lain
Ketiga, cinta kepada diri sendiri
Melalui penerapan tiga bagian cinta di atas otomatis di dalam hati kita selaku manusia, secara tidak langsung akan menjadikan kita ahli dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada kehidupan kita.
Asyik....
Dik...
Pada hakikatnya cinta yang sejati yaitu cinta yang benar-benar terbukti dengan beberapa ciri-ciri, yaitu:
1.Lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
2.Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
3 Lebih suka mnegikuti kemauan yang dicintai dibandingkan kemauan orang lain/diri sendiri.
Jadi, bagi adik-adik yang telah jatuh cinta kepada Allah, maka akan lebih suka berbicara dengan Allah, dengan membaca firman-Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah dengan berdoa, dan lebih suka mengikuti perintah Allah dari pada perintah yang lain.
Pertanyaannya, masih adakah cinta bersemayam di hati adik-adik?
Besar harapan kakak semoga cinta senantiasa bersemayam di hati kita. Baik cinta kepada Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia, makhluk lain serta kepada diri sendiri. Imam Ibnul Qayyim dengan jujur menyatakan, “Cinta sebuah nama yang sulit dipahami, tetapi begitu kuat menggelayut di hati.” Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari kekuatan tak terkira. Ketiadaan yang ada, sesuatu yang tidak kasat tetapi mampu menggerakkan.
Adik-adik....
Maka jagalah cinta itu pada koridornya.
Kakak sangat miris melihat sebagaian dari kalian, anak-anak remaja yang sangat jauh dari koridor cinta yang baik. Yang mana kalian ini lagi menikmati masa remaja. Adik-adik masa remaja merupakan masa transisi, baik fisik, emosi, maupun sosial antara masa kanak-kanak yang penuh kepolosan dan keceriaan. Hendaknya kalian memiliki urgensi tersendiri dalam kehidupan dan dalam pembentukan kepribadian, sebab pada masa ini terjadi banyak perubahan besar yang akan berpengaruh dalam berbagai tahapan kehidupan selanjutnya.
Adik-adik...
Masa remaja adalah fase yang relatif kompleks. Ia terkait erat dengan kondisi kultural yang dominan di dalam lingkungan sosial di mana adik-adik hidup dan tinggal. Kondisi ini pula yang menjadikan masa remaja memiliki bentuk dan corak yang bervariasi dari suatu negara. Seorang remaja pasti mengalami masa konflik dan labil.
Adik-adik...
Kakak benar-benar menyadari kalian, para remaja memerlukan pengalaman dan kematangan yang sempurna, tetapi kurangnya pengalaman dan ketidakmatangan itu yang membuat masa remaja tidak berproses baik. Maka untuk itu, besar harapan kakak perlu kiranya adik-adik memahami akan makna cinta. Dengan cinta maka adik-adik akan memahami bagaimana seharusnya remaja bersikap.
Jika masa kanak-kanak memerlukan penjagaan yang ekstra ketat dari kedua orang tua, maka tentunya masa remaja memerlukan penjagaan yang lebih ketat lagi. Alasannya, masa remaja akan membentuk garis penting dalam hidup seseorang, jika garis tersebut lurus maka jarang sekali terjadi penyelewengan pada masa-masa selanjutnya dan sebaliknya jika garis itu bengkok, maka mengatasinya sangat sulit. Dengan begitu, alangkah baiknya masa remaja dihiasi dengan fondasi yang benar sehingga cinta tetap berada pada koridornya. Adik-adik sudah siap untuk menyelami cinta yang kakak persembahkan untuk kalian? Mari kita mulai.
Dengan Bismillah...
Tulisan ini dimulai...
Tidak ingin adik-adik merasakan kecewa.
Tidak ingin adik-adik mengecewakan orang-orang yang mencintaimu.
KATANYA CINTA, TETAPI MENGECEWAKAN
Dik,,,
Katamu mencintai, tetapi kenapa mengecewakan?
Dik,,,
Sudah sampai mana usahamu dalam membuktikan cinta?
Kalian sudah pasti tahu bahwa di dalam Islam, cinta terbagi kepada tiga bagian.
Pertama, cinta kepada Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Kedua, cinta kepada manusia dan makhluk lain
Ketiga, cinta kepada diri sendiri
Melalui penerapan tiga bagian cinta di atas otomatis di dalam hati kita selaku manusia, secara tidak langsung akan menjadikan kita ahli dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada kehidupan kita.
Asyik....
Dik...
Pada hakikatnya cinta yang sejati yaitu cinta yang benar-benar terbukti dengan beberapa ciri-ciri, yaitu:
1.Lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
2.Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
3 Lebih suka mnegikuti kemauan yang dicintai dibandingkan kemauan orang lain/diri sendiri.
Jadi, bagi adik-adik yang telah jatuh cinta kepada Allah, maka akan lebih suka berbicara dengan Allah, dengan membaca firman-Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah dengan berdoa, dan lebih suka mengikuti perintah Allah dari pada perintah yang lain.
Pertanyaannya, masih adakah cinta bersemayam di hati adik-adik?
Besar harapan kakak semoga cinta senantiasa bersemayam di hati kita. Baik cinta kepada Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia, makhluk lain serta kepada diri sendiri. Imam Ibnul Qayyim dengan jujur menyatakan, “Cinta sebuah nama yang sulit dipahami, tetapi begitu kuat menggelayut di hati.” Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari kekuatan tak terkira. Ketiadaan yang ada, sesuatu yang tidak kasat tetapi mampu menggerakkan.
Adik-adik....
Maka jagalah cinta itu pada koridornya.
Kakak sangat miris melihat sebagaian dari kalian, anak-anak remaja yang sangat jauh dari koridor cinta yang baik. Yang mana kalian ini lagi menikmati masa remaja. Adik-adik masa remaja merupakan masa transisi, baik fisik, emosi, maupun sosial antara masa kanak-kanak yang penuh kepolosan dan keceriaan. Hendaknya kalian memiliki urgensi tersendiri dalam kehidupan dan dalam pembentukan kepribadian, sebab pada masa ini terjadi banyak perubahan besar yang akan berpengaruh dalam berbagai tahapan kehidupan selanjutnya.
Adik-adik...
Masa remaja adalah fase yang relatif kompleks. Ia terkait erat dengan kondisi kultural yang dominan di dalam lingkungan sosial di mana adik-adik hidup dan tinggal. Kondisi ini pula yang menjadikan masa remaja memiliki bentuk dan corak yang bervariasi dari suatu negara. Seorang remaja pasti mengalami masa konflik dan labil.
Adik-adik...
Kakak benar-benar menyadari kalian, para remaja memerlukan pengalaman dan kematangan yang sempurna, tetapi kurangnya pengalaman dan ketidakmatangan itu yang membuat masa remaja tidak berproses baik. Maka untuk itu, besar harapan kakak perlu kiranya adik-adik memahami akan makna cinta. Dengan cinta maka adik-adik akan memahami bagaimana seharusnya remaja bersikap.
Jika masa kanak-kanak memerlukan penjagaan yang ekstra ketat dari kedua orang tua, maka tentunya masa remaja memerlukan penjagaan yang lebih ketat lagi. Alasannya, masa remaja akan membentuk garis penting dalam hidup seseorang, jika garis tersebut lurus maka jarang sekali terjadi penyelewengan pada masa-masa selanjutnya dan sebaliknya jika garis itu bengkok, maka mengatasinya sangat sulit. Dengan begitu, alangkah baiknya masa remaja dihiasi dengan fondasi yang benar sehingga cinta tetap berada pada koridornya. Adik-adik sudah siap untuk menyelami cinta yang kakak persembahkan untuk kalian? Mari kita mulai.
Komentar
Posting Komentar